Minggu, 10 April 2011

-INVESTMENT PRINCIPLE-

INVESTMENT PRINCIPLE

Konsep dasar Investasi
Tujuan dari investasi adalah perencanaan keuangan dalam perencanaan keuangan ini bisa dengan menabung dan akumulasi dana hari tua.
Orang yang melakukan Investasi disebut Investor. Para investor harus memiliki 3 objektivitas dasar yaitu: pendapatan (income), pertumbuhan modal (capital growth) dan mempertahankan modal (capital preservation) paling tidak, seorang Investor harus memiliki satu dari ketiga objektivitas dasar tersebut.

Tipe Risiko Investasi
suatu kemungkinan dimana hasil investasi yang sesungguhnya berbeda dengan yang diharapkan.
Tipe-tipe Risiko dibagi 2:
    1. Risiko Sistematik
    risiko yang dipengaruhi oleh perubahan ekonomi,politik,sosiologi,perang,inflasi dan kejadian internasional dimana tingkat risiko tidak dapat dihilangkan dengan melakukan divesifikasi portofolio.
  • Contohnya:
  • Risiko pasar = Risiko yang disebabkan oleh faktor independen dari setiap bentuk investasi
  • Risiko suku bunga= risiko yang disebakan oleh fluktuasi dari tingkat suku bunga. Penyebabnya, adanya sejumlah dana pinjaman dalam keseluruhan perekonomian sekaligus tingkat permintaan dan permintaan atas dana tersebut.
  • Risiko tarif reinvestasi= risiko terjadinya penurunan tingkat suku bunga di pasar pada saat pembayaran yang sudah jatuh tempo dari sebuah investasi
  • Risiko daya beli = atau risiko inflasi.
  • Risiko mata uang = tingkat risiko yang harus dihadapi oleh seorang investor atas fluktuasi antara dua atau lebih mata uang yang mempengaruhi tingkat pengembalian investasinya.

    2. Risiko Non sistematik
    Risiko yang bisa didiversifikasi. Faktor yang membentuk jenis risiko ini adalah kapasitas management,mogok tenaga kerja,kecenderungan konsumen.
- Contohnya :
- Risiko bisnis = tingkat risiko yang diasosiasikan dengan kemampuan sebuah perusahaan untuk beroperasi secara menguntungkan.
-Risiko keuangan = berhubungan dengan laporan neraca keuangan perusahaan.perusahaan yang mempunyai beban hutang akan mempunyai tingkat risiko yang lebih besar. 
-Risiko cidera janji = ketidakmampuan perusahaan untuk memenuhi kewajibannya saat jatuh tempo.
-Risiko likuiditas = ketidakpastian dalam merubah investasi yang ada untuk menjadi kas dalam periode yang relatif pendek untuk suatu waktu bisa diperkirakan, pada harga ynag relatif tetap.

Faktor-faktor yang mempengaruhi Tingkat toleransi Risiko Investor
  • adanya toleransi risiko yang relatif lebih rendah untuk uang yang disimpan untuk biaya rumah, dengan unag yang memang untuk akumulasi tabungan.
  • Seorang invidu yang cukup memiliki pengalaman dan pengetahuan tentang investasi akan memberikan toleransi yang tinggi.
  • Kondisi pasar seperti pasar saham yang sementara akan menstimulus psikolog investor untuk menerima tingkat risiko.
  • Adanya faktor umur, seorang investor akan menerima tingkat risiko semakin kecil dengan bertambahnya usia.
  • Pendapat atas investasi , kecenderungan untuk merubah kembali tingkat penerimaan risiko atas sebuah investasi berdasarkan saran dari sumber yang dapat dipercaya.

Tipe dan Karakteristik dari Hasil Investasi
  1. Peningkatan atas modal
                      investor yang manitik beratkan pada peningkatan atas modal tidak akan terlalu tertarik untuk menerima pendapatan berjalan. Menginginkan adanya pertumbuhan yang lebih besar atas investasi awal. Adanya 3 kerangka aktu investasi
                      - Jangka pendek (kurang dari satu sampai tiga tahun)
                      -Jangka menengah (antara tiga sampai tujuh tahun)
                      -Jangka panjang (lebih dari tujuh tahun)

  1. Pendapatan
    Investor yang menitikberatkan pada pendapatan biasanya memlih pendapatan berjalan. Pendapatan dapat dibagi 3 bentuk:
    - Dividen (dapat dibayarkan dalam bentuk kas,saham tambahan ,kupon atau bahkan dalam bentuk kepemilikan atau produk perusahaan)
    -Bunga (biaya atas peminjaman uang,yang dinyatakan dalam kurs. Seseorang yang menyimpan uang bentuk deposito berjangka, mengijinkan pihak bank untuk meminjamkan uang tersebut kepada pihak lain dan sebagai gantinya, seseorang tersebut akan menerima tingkat suku bunga )
    -Sewa (pendapatan yang berasal dari pembayaran sewa atas kepemilikan harta)
Konsep Alokasi Aset

Alokasi aset taktis
metode pendekatan dengan menggunakan perkiraan arah pergerakan pasar untuk merubah komposisi aset dalam portofolio.

Dalam pembentukan portofolio, perlu diperhatikan bentuk-bentuk korelasi antara aset-aset pembentuk portofolio. 2 jenis korelasi:
  1. Korelasi Positif (dua aset atau investasi memberikan arah pergerakan harga)
  2. Korelasi Negatif (berlaku pada dua aset atau investasi yang memberikan tingkat pengembalian saling bertolak belakang satu sama lain.)

Metode Analisa Investasi
Analisa teknis
menganalisa pergerakan harga-harga saham melalui grafik yang diperkirakan bisa membaca arah harga-harga tersebut.
para investor yang menggunakan analisa teknis akan menggabungkan sejumlah faktor lainnya yaitu: harga,pergerakan index, volume transaksi, indikator-indikator yang berdasarkan perhitungan statistik.

Analisa Fundamental
Analisa ini menyertakan : tingkat suku bunga,produksi nasional bruto,inflasi,tingkat pengangguran,cadangan barang dipasar,kondisi ekonomi makro dan mikro dan laporan keuangan.
analisa fundamental akan mengevalusasi posisi laporan keyuangan dari perusahaaan bersangkutan untuk memprediksi pergerakan harga saham.



1 komentar:

  1. KISAH CERITA SAYA SEBAGAI NAPI TELAH DI VONIS BEBAS,
    BERKAT BANTUAN BPK Dr. H. Haswandi ,SH.,SE.,M.Hum BELIAU SELAKU PANITERA MUDA DI KANTOR MAHKAMAH AGUNG (M.A) DAN TERNYATA BELIAU BISA MENJEMBATANGI KEJAJARAN PA & PN PROVINSI.

    Assalamu'alaikum sedikit saya ingin berbagi cerita kepada sdr/i , saya adalah salah satu NAPI yang terdakwah dengan penganiayaan pasal 351 KUHP dengan ancaman hukuman 2 Tahun 8 bulan penjara, singkat cerita sewaktu saya di jengut dari salah satu anggota keluarga saya yang tinggal di jakarta, kebetulan dia tetangga dengan salah satu anggota panitera muda perdata M.A, dan keluarga saya itu pernah cerita kepada panitera muda M.A tentang masalah yang saya alami skrg, tentang pasal 351 KUHP, sampai sampai berkas saya di banding langsun ke jakarta, tapi alhamdulillah keluarga saya itu memberikan no hp dinas bpk Dr. H. Haswandi ,SH.,SE.,M.Hum Beliau selaku panitera muda perdata di kantor M.A pusat, dan saya memberanikan diri call beliau dan meminta tolong sama beliau dan saya juga menjelas'kan masalah saya, dan alhamdulillah beliau siap membantu saya setelah saya curhat masalah kasus yang saya alami, alhamdulillah beliau betul betul membantu saya untuk di vonis dan alhamdulillah berkat bantuan beliau saya langsun di vonis bebas dan tidak terbukti bersalah, alhamdulillah berkat bantuan bpk Dr. H. Haswandi ,SH.,SE.,M.Hum beliau selaku ketua panitera muda perdata di kantor Mahkamah Agung R.I no hp bpk Dr. H. Haswandi ,SH.,SE.,M.Hum 0823-5240-6469 Bagi teman atau keluarga teman yang lagi terkenah musibah kriminal, kalau belum ada realisasi masalah berkas anda silah'kan hub bpk Dr. H. Haswandi ,SH.,SE.,M.Hum semoga beliau bisa bantu anda. Wassalam.....

    BalasHapus